BERAUONLINE.COM, TANJUNG REDEB — Persiapan Kabupaten Berau menuju Porprov Kalimantan Timur 2026 kembali dihadapkan pada persoalan klasik, yaitu minimnya dukungan anggaran untuk pembinaan atlet dan cabang olahraga (cabor).
Ketua KONI Berau, Taupan Madjid, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima dana hibah yang bisa dikelola langsung untuk kebutuhan pembinaan. Sementara beban persiapan menuju Porprov semakin besar.
Ia mengaku telah mengusulkan anggaran sebesar Rp30 miliar. Namun hasil pembahasan menunjukkan hanya sekitar Rp5 miliar yang kemungkinan dialokasikan tahun depan, termasuk Rp3 miliar untuk fasilitas tanding.
“Berkat dorongan beberapa anggota DPRD Berau, tambahan anggaran Rp3 miliar berhasil diperjuangkan, sehingga total anggaran yang mungkin tersedia hanya sekitar Rp8 miliar. Jumlah ini masih jauh dari kata cukup,” ujarnya.
Ia pun berencana membentuk tim untuk menginventarisasi cabor yang akan dikirim. Rencana awal mengirim sekitar 1.000 atlet dipastikan sulit direalisasikan.
“Nanti akan kami seleksi, apakah hanya mengirim cabor yang berpeluang meraih medali atau bagaimana,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap sektor olahraga. Kondisi ini membuatnya ragu Berau dapat mempertahankan posisi runner-up yang diraih pada Porprov 2022.
“Pertanyaannya sekarang, apa sebenarnya target Berau di Porprov 2026? Apakah hanya sekadar ikut atau ingin berprestasi,” tutupnya.
Penulis : *UD

