BERAUONLINE.COM, TANJUNG REDEB – Polres Berau menggelar Rilis Akhir Tahun 2025 pada Rabu (31/12/2025). Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto memaparkan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sepanjang tahun 2025.
Kapolres Berau menjelaskan, secara umum tren gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polres Berau mengalami penurunan. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 485 kasus gangguan Kamtibmas, sementara pada tahun 2025 jumlahnya turun menjadi 435 kasus.
Untuk kejahatan konvensional, Polres Berau mencatat penurunan cukup signifikan. Pada tahun 2024 terdapat 323 kasus, sedangkan pada tahun 2025 jumlahnya menurun menjadi 283 kasus atau berkurang sekitar 40 kasus.
Sementara itu, lanjut Kapolres, kejahatan terhadap kekayaan negara juga menunjukkan tren penurunan. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 25 kasus, dan pada tahun 2025 turun menjadi 11 kasus.
Meski demikian, Kapolres mengungkapkan adanya peningkatan pada beberapa aspek. Salah satunya bencana alam. Pada tahun 2024 tidak terjadi kejadian bencana yang menonjol, sedangkan pada tahun 2025 tercatat enam kejadian bencana alam di wilayah Kabupaten Berau.
Selain itu, kasus narkoba juga masih menjadi perhatian serius Polres Berau. Pada tahun 2024 terdapat 123 kasus narkotika, sementara pada tahun 2025 naik tipis menjadi 124 kasus atau bertambah satu kasus.
“Ini menjadi atensi kita bersama dan terus kami tekan secara masif,” tegasnya.
Dari pengungkapan kasus narkoba tersebut, Polres Berau mencatat 84 kasus sabu dengan barang bukti sabu seberat sekitar 12 kilogram serta pil dobel L sebanyak 18.640 butir.
“Untuk wilayah dengan pengungkapan sabu terbanyak, ada di wilayah hukum Polsek Pulau Derawan, dengan total barang bukti sekitar 828 gram,” ucapnya.
Kapolres juga menyampaikan sejumlah kasus menonjol yang menjadi perhatian selama 2024 dan 2025, di antaranya tindak pidana pemerkosaan, pembunuhan, penganiayaan berat, pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, narkotika, curanmor, perjudian, hingga perbuatan yang membahayakan keamanan di muka umum.
Selain itu, angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) mengalami peningkatan cukup tajam. Pada tahun 2024 tercatat 33 kasus kecelakaan, sedangkan pada tahun 2025 meningkat menjadi 55 kasus.
Ia menegaskan bahwa laka lantas menjadi perhatian serius karena melibatkan berbagai kalangan dan profesi, serta menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
“Saya berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus bersinergi dengan kepolisian untuk menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif di Kabupaten Berau,” tutupnya.
Penulis : Tim














