BERAUONLINE.COM, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau menggelar rapat koordinasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Selasa (26/8/2025) di Balai Mufakat. Rapat ini membahas mengenai pengelolaan dan pendanaan KDMP/KKMP.
Kepala Diskoperindag, Eva Yunita menyampaikan, saat ini Berau telah memiliki 10 KKMP dan 99 KDMP. Ada dua kampung yang bergabung membentuk satu koperasi yaitu Kampung Batu Rajang dan Siduung Indah. “Jadi secara keseluruhan Berau telah 100 persen membentuk Koperasi Merah Putih,” ucapnya.
Dijelaskan tujuan pembentukan KMP ini untuk perkuat ketahanan pangan, pemerataan ekonomi dan menjadikan desa pilar pembangunan. Disampaikan juga agar seluruh pengurus mulai bergerak melengkapi kelembagaan koperasi dan menyusun perencanaan bisnis yang akan dijalankan.
“Cakupan kegiatan yaitu pengadaan sembako, simpan pinjam, layanan kesehatan, logistik ataupun penyalur LPG. Mari jeli untuk melihat potensi yang dapat dikelola,” jelasnya.
Sementara untuk pengelolaan dan pendanaan KMP ini disampaikan Kepala KPPN Tanjung Redeb, Viera Martina Rahmawati, perjanjian pinjaman dilakukan antara bank dengan KKMP/KDMP yang diketahui oleh bupati dan kepala kampung. Dengan plafon pinjaman maksimal Rp3 miliar selama 6 tahun. Dana ini digunakan untuk modal awal dan operasional usaha.
“Seluruhnya terkoneksi dengan sistem informasi perbankan dan Kemenkeu. Dana desa yang dialokasikan jika KDMP gagal bayar dicatat sebagai piutang desa kepada KDMP/KKMP dan aset yang dimiliki menjadi jaminan pada saat penempatan dan dari desa/kampung ke KDMP/KKMP jika terjadi gagal bayar,” bebernya.
Dengan terbentuknya KMP Bupati pun mendorong agar pengurus koperasi berkolaborasi dengan kepala kampung bisa lebih kreatif dalam memaksimalkan potensi yang dimiliki kampungnya. Menurutnya seluruh kampung memiliki potensi di berbagai sektor. Peluang usaha ini lah yang harus dipetakan.
“Kita harus memiliki rencana untuk kelola bisnis. Karena pembentukan KMP ini targetnya menuju kemandirian ekonomi,” tegasnya.
Pembentukan KMP ini pun mengharuskan kepala kampung dan pengurus KMP lebih pro aktif mencari sumber-sumber peluang yang dapat dijadikan penopang ekonomi kampung.
“Kalau tidak dikelola maksimal KMP ini maka dana desa bisa dipotong. Sehingga kita harus berinovasi. Saya yakin banyak potensi yang belum tergarap. Kita lihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat sekitar, itu bisa kita jadikan peluang bisnis,” pungkasnya.
Penulis : Tim /Prokopim