BERAUONLINE.COM, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau memastikan pelayanan kesehatan tetap siap menghadapi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang terjadi di tengah kondisi kabut asap dan Karhutla.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, turun langsung mengecek kesiapan fasilitas kesehatan dengan mengunjungi sejumlah puskesmas, Kamis (3/9) pagi.
Pemeriksaan difokuskan pada ketersediaan obat dan oksigen untuk memastikan pasien tetap mendapat penanganan maksimal.
“Saya mendapat laporan kasus ISPA terus ada setiap hari di puskesmas,” ujarnya.
Hasil pemantauan menunjukkan stok obat dan oksigen di dua puskesmas yang dikunjungi masih dalam kondisi aman. Gamalis menegaskan, ketersediaan logistik kesehatan harus menjadi perhatian utama di tengah meningkatnya kebutuhan pelayanan.
“Jangan sampai pasien ditangani seadanya karena kekurangan obat, apalagi oksigen,” tegasnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Berau, tercatat 3.587 kasus ISPA selama periode Juni hingga Agustus 2026. Lonjakan tersebut membuat ISPA kini menjadi salah satu penyakit dengan kasus tertinggi di puskesmas.
Gamalis menyebut ISPA yang sebelumnya berada di peringkat delapan atau sembilan, kini naik menjadi peringkat kedua setelah hipertensi. Perkembangannya bahkan disebut mencapai tiga kali lipat.
Pemerintah daerah juga memberi perhatian terhadap kualitas udara di fasilitas pelayanan kesehatan. Pengukuran Dinas Kesehatan menunjukkan kadar PM2.5 di dalam ruangan masih berada di atas rata-rata.
“PM2.5 merupakan partikel yang sangat kecil dan bisa masuk langsung ke paru-paru. Ini yang harus kita antisipasi,” jelasnya.
Pemkab Berau mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara belum membaik. Kelompok rentan, termasuk anak-anak dan ibu hamil, diminta mendapat perhatian lebih.
“Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat harus menggunakan masker sesuai standar kesehatan,” pungksanya.
Penulis: AK










