BERAUONLINE.COM, JAKARTA – Kebutuhan pembangunan Kabupaten Berau masih jauh lebih besar dibanding kemampuan anggaran daerah. Kondisi itu mendorong Pemkab Berau kembali membuka komunikasi dengan pemerintah pusat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat melakukan audiensi dengan jajaran Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI di Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Dalam pertemuan itu, Sri Juniarsih membawa sejumlah kebutuhan daerah, mulai dari infrastruktur, kesehatan, pendidikan hingga pengembangan sektor pariwisata.
“Kami menyampaikan apa yang menjadi permasalahan dan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Berau. Mulai dari wisata dan kebutuhan-kebutuhan yang lain, termasuk infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan, semuanya kami sampaikan,” ujar Sri Juniarsih.
Ia mengatakan, penyampaian langsung ke pemerintah pusat penting agar kebutuhan pembangunan di Berau dapat dilihat berdasarkan kondisi riil di daerah.
Menurutnya, audiensi tersebut juga menghasilkan sejumlah solusi yang diharapkan dapat segera ditindaklanjuti.
“Alhamdulillah kami mendapatkan solusi. Mudah-mudahan solusi ini bisa menjadi kabar baik untuk masyarakat Kabupaten Berau dan dapat dirasakan sesegera mungkin oleh masyarakat,” katanya.
Sri Juniarsih menegaskan, komunikasi dengan pemerintah pusat akan terus dilakukan. Langkah itu dinilai penting untuk menjawab kebutuhan pembangunan Berau yang masih luas, sekaligus mengoptimalkan potensi daerah di tengah keterbatasan kemampuan anggaran.
Dalam audiensi tersebut, Bupati didampingi Sekda Berau Muhammad Said, Kepala BPKAD Sapransyah, Kepala Bapenda Djupiansyah Ganie, serta Kepala Bapperida Endah Ernany Triariani.
Rombongan Pemkab Berau diterima Plt Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Nufransa Wira Sakti dan Direktur Dana Transfer Umum Sandy Firdaus.(*)
Penulis: AKM










