BERAUONLINE.COM, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau mulai mempersiapkan langkah jangka panjang untuk menghadapi bonus demografi yang diperkirakan terjadi dalam beberapa tahun mendatang.
Persiapan tersebut dilakukan melalui penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) yang akan menjadi pedoman dalam merancang pembangunan sumber daya manusia secara lebih terarah.
Sekretaris Kabupaten Berau, M. Said, mengatakan bonus demografi merupakan momentum penting yang harus dimanfaatkan dengan baik. Jika dipersiapkan secara matang, peningkatan jumlah penduduk usia produktif dapat menjadi motor penggerak pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Bonus demografi merupakan peluang besar yang harus disiapkan sejak sekarang agar mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah,” ujarnya di Sekretariat Daerah Kabupaten Berau, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, keberhasilan memanfaatkan bonus demografi sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dimiliki daerah. Karena itu, pemerintah perlu memiliki arah kebijakan yang jelas melalui dokumen perencanaan yang berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.
M. Said menjelaskan, penyusunan PJPK tidak hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Setiap perangkat daerah memiliki peran dalam memenuhi indikator yang menjadi dasar penyusunan dokumen tersebut.
Ia berharap hasil akhir penyusunan peta jalan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mampu menjadi acuan pemerintah dalam menentukan program pembangunan di masa mendatang.
Sementara itu, Kepala DPPKBP3A Berau, Warji, menyebutkan proses penyusunan saat ini memasuki tahapan pengumpulan dan penginputan data dari OPD terkait. Data tersebut mencakup 30 indikator yang nantinya akan dianalisis sebagai dasar penyusunan dokumen.
“Seluruh data akan divalidasi terlebih dahulu sebelum dilakukan analisis lebih lanjut,” jelasnya.
Dalam proses penyusunan tersebut, Pemkab Berau menggandeng akademisi dari Universitas Mulawarman untuk memberikan pendampingan.
Tim akademisi akan melakukan kajian terhadap data yang telah dihimpun sekaligus membantu merumuskan arah kebijakan pembangunan kependudukan yang sesuai dengan kondisi daerah.
Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Iwan Muhamad Ramdan, mengatakan pihaknya menurunkan sejumlah tenaga ahli untuk mendukung penyusunan dokumen tersebut.
Menurutnya, peta jalan pembangunan kependudukan menjadi instrumen penting agar pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan fisik, tetapi juga memperhatikan kualitas penduduk sebagai aset utama pembangunan.
“Kami berharap dokumen ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merancang pembangunan yang lebih terukur, terarah, dan berbasis data,” katanya.
Melalui penyusunan PJPK, Pemerintah Kabupaten Berau berharap dapat memaksimalkan potensi bonus demografi sekaligus menyiapkan strategi menghadapi berbagai tantangan kependudukan di masa depan. (Adv)
Penulis : AK











