BERAUONLINE.COM, TANJUNG REDEB – Mempertahankan prestasi bukan perkara mudah. Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau kini kembali menghadapi tantangan untuk membuktikan konsistensinya dalam keterbukaan informasi publik. Setelah meraih prestasi sebagai BUMD paling informatif di Kalimantan Timur (Kaltim) pada tahun sebelumnya, perusahaan daerah ini kembali membidik peringkat pertama dalam penilaian Keterbukaan Informasi Publik (KIP) 2026.
Langkah menuju target tersebut telah dilalui. Perumda Batiwakkal menyelesaikan pengisian Self-Assessment Questionnaire (SAQ) atau kuesioner penilaian mandiri. Kini, perusahaan tinggal menunggu hasil evaluasi dari tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) KIP 2026 untuk mengetahui apakah prestasi yang diraih sebelumnya dapat kembali dipertahankan.
Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman, melalui Manager Hubungan Pelanggan, Rudy Hartono, menyampaikan harapan agar perusahaan kembali memperoleh hasil terbaik dalam penilaian tahun ini.
“Kami berharap, dari penilaian dan usaha kami untuk memenuhi semua syarat, ketentuan dan evidennya, kita mampu mempertahankan prestasi tahun sebelumnya, yakni kembali meraih peringkat pertama kategori BUMD paling informatif di Kalimantan Timur dengan nilai sempurna,” kata Rudy saat dihubungi melalui telepon.
Bagi Perumda Batiwakkal, penilaian KIP bukan sekadar mengejar predikat atau penghargaan. Agenda tersebut juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk terus memperkuat keterbukaan informasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Keterbukaan informasi publik sendiri merupakan salah satu aspek penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pelayanan yang transparan dan akuntabel. Melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, masyarakat memiliki hak untuk memperoleh informasi publik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Karena itu, keterbukaan informasi tidak cukup hanya ditunjukkan melalui pemenuhan dokumen dan indikator penilaian. Lebih dari itu, informasi yang dibutuhkan masyarakat harus dapat diakses melalui mekanisme yang jelas sesuai ketentuan, sehingga masyarakat dapat mengetahui informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan pelayanan publik.
Rudy menjelaskan, tahapan penilaian KIP 2026 yang diikuti Perumda Batiwakkal saat ini telah memasuki masa sanggah. Perusahaan pun menunggu hasil akhir dari tim penilai yang biasanya diumumkan pada November.
“Biasanya bulan November diumumkan hasilnya. Apakah perusahaan kami masih diamanahi menjadi yang terbaik di Kaltim, kita tunggu saja,” tuturnya.
Meski menargetkan kembali menduduki peringkat pertama, Rudy menegaskan bahwa hasil akhir bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian perusahaan. Menurutnya, proses evaluasi tersebut juga penting sebagai bahan untuk mengidentifikasi kekurangan dan memperbaiki penerapan keterbukaan informasi ke depannya.
Dengan evaluasi yang berkelanjutan, Perumda Batiwakkal diharapkan dapat semakin meningkatkan transparansi perusahaan sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Pada akhirnya, keberhasilan dalam penilaian KIP bukan hanya tentang mempertahankan predikat terbaik, tetapi juga bagaimana keterbukaan informasi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kini, Perumda Batiwakkal tinggal menunggu hasil penilaian 2026. Target mempertahankan peringkat pertama dengan nilai sempurna telah disampaikan, sedangkan hasil akhirnya masih menunggu pengumuman resmi tim Monev KIP.
Penulis : Farhan










