BERAUONLINE.COM, TANJUNG REDEB –Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat langkah percepatan penurunan stunting meski saat ini berhasil menembus tiga besar terbaik di Kalimantan Timur.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan capaian tersebut tidak boleh membuat semua pihak cepat puas. Menurutnya, angka prevalensi stunting di Berau masih harus ditekan agar bisa mencapai target nasional.
“Jangan terlena, kita harus lebih semangat menurunkan angka stunting,” ujarnya.
Gamalis yang juga menjabat Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Berau menyebut target prevalensi stunting daerah dipatok hingga 14,4 persen pada 2029.
Sementara berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting di Berau masih berada di 23,4 persen atau di atas rata-rata nasional.
“Kita harus optimistis bisa capai target itu,” tegasnya.
Selain itu, rendahnya kunjungan balita ke Posyandu juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berdasarkan data SIGIZI KESGA 2025, dari 23.105 balita di Berau, persentase yang sudah diukur baru mencapai 40,06 persen.
“Kunjungan ke Posyandu masih rendah dan harus ditingkatkan,” katanya.
Meski demikian, upaya penanganan stunting di Berau menunjukkan perkembangan signifikan. Pada evaluasi Pemprov Kaltim sebelumnya, Berau berada di posisi ke-10 dengan nilai 94 poin. Kini pada 2025, Berau naik ke peringkat ketiga tingkat provinsi dengan capaian penilaian kinerja aksi konvergensi 100 persen.
“Hari ini kita di posisi ketiga, dan itu harus terus kita kejar,” tandasnya.
Gamalis optimistis Berau mampu terus meningkatkan kinerja penanganan stunting, bahkan berpeluang menjadi yang terbaik di Kalimantan Timur jika seluruh pihak bergerak bersama.(Adv)
penulis : AK









