BERAUONLINE.COM, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lebih mudah mendapatkan akses pembiayaan. Langkah itu dilakukan melalui Business Matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan sejumlah lembaga jasa keuangan.
Kegiatan yang digelar di Ruang RPJPD Bapelitbang, Jumat (2/10/2026), melibatkan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, Pegadaian, hingga BPJS Ketenagakerjaan.
Mewakili Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau Muhammad Said mengatakan, akses permodalan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi UMKM untuk mengembangkan usaha.
“Melalui agenda ini diharapkan UMKM mampu memperluas jaringan pasar, sehingga produk-produk lokal dapat bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.
Menurut Said, pemerintah ingin pelaku usaha tidak hanya mendapat akses modal, tetapi juga memahami cara mengelola keuangan dan memanfaatkan peluang pemasaran digital.
“Akses peminjaman modal bagi UMKM perlu dipermudah dengan tetap memenuhi persyaratan yang berlaku,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, pelaku UMKM juga mendapat layanan Desk SLIK-OJK untuk mengetahui riwayat kredit secara resmi. Informasi tersebut menjadi salah satu bekal bagi pelaku usaha sebelum mengajukan pembiayaan.
Selain itu, BI memperkenalkan aplikasi SIAPIK untuk membantu UMKM melakukan pencatatan keuangan secara lebih tertib.
Said berharap kolaborasi Pemkab Berau, BI dan OJK terus berjalan agar semakin banyak UMKM lokal yang mampu berkembang dan naik kelas.
“Semoga seluruh peserta dapat memanfaatkan momentum ini secara maksimal untuk mewujudkan ekonomi Berau yang lebih maju dan mandiri,” pungkasnya.(*)
Penulis: AKM
Editor : Indra










